Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 September 2020

Baca:  Roma 8:1-17

Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.”  Roma 8:10

Sudah diselamatkan melalui korban Tuhan Yesus di kayu salib bukan berarti kita bisa leha-leha dalam menjalani kehidupan kekristenan kita, justru kita punya tanggung jawab yang besar.  Rasul Paulus mengingatkan,  Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,…”  (Filipi 2:12).  Jadi selama kita masih hidup di dunia ini harus mempertahankan keselamatan yang sudah kita terima sedemikian rupa.  Bagaimana cara mengerjakan keselamatan?  Yaitu taat melakukan firman Tuhan sampai akhir hidup kita, dan memaksimalkan talenta serta potensi yang sudah kita terima untuk melayani pekerjaan Tuhan.  Jika kita tidak taat melakukan firman Tuhan dan tidak tekun mengerjakan panggilan-Nya di sepanjang hidup kita, keselamatan yang sudah kita terima bisa hilang.

     Alkitab menyatakan ketika orang percaya kepada Yesus ia sudah diampuni dosanya, tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Dia  (Roma 8:1);  tetapi selama perjalanan hidupnya ada tanggung jawab yang dilakukan yaitu tidak lagi hidup menuruti keinginan daging, melainkan harus hidup menurut Roh, sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Tuhan  (Roma 8:6-8).  Jika kita tetap hidup menuruti keinginan daging sama artinya kita telah menyia-nyiakan keselamatan yang telah kita terima.  Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan kita dituntut memiliki cara hidup yang benar-benar berbeda dengan orang-orang yang belum diselamatkan  (orang dunia).  Tak bisa dipungkiri bahwa  ‘hidup berbeda’  atau tidak terbawa arus dunia adalah perkara tidak mudah.  Tuhan berkata,  “…Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala,
sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
  (Matius 10:16).

     Di tengah dunia yang jahat ini kita dituntut bersikap cerdik tapi tulus.  Cerdik artinya waspada, tidak teledor, tahu apa yang mesti diperbuat ketika ada ancaman.  Ketulusan hati adalah bagian dari kasih.  Jangan sampai terbawa cara hidup dunia dan tetaplah mempraktekkan kasih.

Orang-orang yang sudah diselamatkan mutlak memiliki cara hidup yang berbeda dengan dunia!

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya