Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 25 September 2020

Baca:  2 Raja-Raja 20:1-11

Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”  2 Raja-Raja 20:1

Pengalaman hidup Hizkia tentang sakit yang dideritanya, yang membuat nyawanya terancam  (nyaris mati), di mana akhirnya Tuhan menyembuhkan dia dan bahkan hidupnya diperpanjang lima belas tahun lagi, menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi semua orang percaya.  Kesungguhan dalam berdoa dan kesetiaan seseorang melakukan kehendak Tuhan  (2 Raja-Raja 20:3)  sanggup menyentuh dan menggerakkan hati Tuhan untuk mengubah keputusan dan menyatakan belas kasihan-Nya.

     Tuhan mengutus nabi Yesaya untuk menyampaikan pesan penting kepada Hizkia bahwa ia tidak akan sembuh dari sakitnya dan akan mati  (ayat nas).  Mendengar hal itu Hizkia berdoa dan meratap kepada Tuhan,  Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: ‘Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan
setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik
di mata-Mu.'”
  (2 Raja-Raja 20:2-3).  Setelah memperhatikan apa yang Hizkia lakukan berkatalah Tuhan kepada nabi Yesaya, 
Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan
menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah
TUHAN.
Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan
melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari
kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”
  (2 Raja-Raja 20:5-6).  Apa yang dialami Hizkia ini juga mengingatkan kita pada kisah kota Niniwe!  Melalui Yunus Tuhan menyatakan rencana-Nya untuk menghancurkan kota itu, sebab besarlah kejahatan mereka  (Yunus 3:4).  Mendengar hal itu pemimpin kota Niniwe menyerukan kepada rakyatnya untuk bertobat dan berkabung secara nasional dengan berpuasa, termasuk hewan ternaknya  (Yunus 3:7).  Melihat pertobatan mereka hati Tuhan pun tersentuh, Ia pun membatalkan rencana-Nya untuk mendatangkan malapetaka.

     Betapa besar kasih Tuhan kepada manusia;  Ia selalu menyatakan kebaikan, kemurahan, belas kasihan-Nya kepada setiap orang yang mencari-Nya sepenuh hati.

Hati yang hancur dan komitmen untuk bertobat dapat menggerakkan hati Tuhan untuk mengubah keputusan-Nya!

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya