Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 April 2020

Baca:  Maleakhi 3:6-12


Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku…”  Maleakhi 3:10


Persepuluhan adalah pemberian kepada Tuhan sebanyak 10% dari seluruh pendapatan dan keuntungan kita.  Jadi sebenarnya persepuluhan bukanlah kita memberikan 10% milik dari milik atau uang kita kepada Tuhan, melainkan kita mengembalikan kepada Tuhan 10% dari apa yang memang merupakan milik-Nya.


     Tidak mengembalikan persepuluhan?  Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu
berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?’ Mengenai
persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
…Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah
perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah
Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu
tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai
berkelimpahan.”
  (Maleakhi 3:8, 10).



     Kebenaran firman Tuhan tentang persepuluhan:  1.  Persepuluhan adalah perintah Tuhan.  Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari
hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN;
itulah persembahan kudus bagi TUHAN.”
  (Imamat 27:30).  2.  Persepuluhan mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah prioritas pertama dalam hidup ini, karena semua yang kita miliki adalah milik-Nya,  “…
sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan…”  (Ulangan 8:18).  3.  Persepuluhan memberi kesempatan kepada Tuhan untuk membuktikan Dia hidup dan sanggup memberkati:  “…ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan
bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai
berkelimpahan.” 
(Maleakhi 3:10).



     Uang atau harta merupakan representasi visual dari hidup kita, Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”  (Matius 6:21).  Dengan mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan kita melatih iman untuk belajar memercayai Tuhan dalam hal memberi.  Saat kita memprioritaskan Tuhan, kita akan mengalami betapa Tuhan sanggup memberkati dan mencukupkan apa yang kita butuhkan.


Sudahkah kita taat mengembalikan persepuluhan yang adalah milik Tuhan?

Catatan:
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,”  2 Korintus 9:7

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Renungan Lainnya