Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 3 Mei 2020

Baca:  Amsal 15:1-33


Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.”  Amsal 15:32


Orangtua mana pun tak menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang nakal, gagal dalam studi, salah dalam pergaulan, dan mengalami penderitaan di kemudian hari.  Semua orangtua pasti berharap anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dalam segala bidang yang ditekuninya dan menjadi anak-anak yang sangat membanggakan.  Karena itu para orangtua berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, bahkan mereka rela melakukan dan mengorbankan apa saja demi kepentingan si anak.


     Sekalipun demikian orangtua terkadang harus bersikap keras kepada anak-anaknya:  menasihati, mendidik, memperingatkan, menegur dan jika perlu, menghajar, demi kebaikan si anak.  Tuhan pun berlaku demikian terhadap anak-anak-Nya!  Selain mencurahkan kasih-Nya, kemurahan-Nya, pemeliharaan-ya, kebaikan-Nya, penyertaan-Nya dan pertolongan-Nya, Dia juga akan memberikan teguran, nasihat dan hajaran kepada anak-anak-Nya bila mereka melakukan pelanggaran atau hidup menyimpang dari kehendak-Nya.  Tujuan teguran dan hajaran Tuhan adalah agar kita menjadi jera dan tidak lagi mengulangi kesalahan, sehingga kita dapat bertumbuh ke arah yang benar sesuai dengan kehendak-Nya.  Teguran, pukulan atau hajaran dari Tuhan terhadap anak-anak-Nya bisa dalam bentuk masalah, sakit-penyakit, kesulitan atau kesesakan.  Tetapi banyak sekali orang Kristen yang merespons teguran dan hajaran Tuhan ini dengan sikap hati yang salah:  sakit hati, marah, tersinggung, kecewa, menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain dan bahkan berani menyalahkan Tuhan.


     Ketika Daud melakukan dosa besar di hadapan Tuhan, yaitu berzinah dengan Batsyeba, Tuhan memakai Natan untuk menegur dan memperingatkan.  Respons Daud,  “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.”  (2 Samuel 12:13), ia minta pengampunan kepada Tuhan dan bertobat.  Bila kita mendapat teguran dan hajara dari Tuhan jangan menjadi kecewa dan marah!  Justru bersyukurlah sebab itu artinya Tuhan memperlakukan kita sebagai anak, karena tak ada anak yang tidak pernah dihajar oleh ayahnya  (Ibrani 12:7).


Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.”  Amsal 3:11

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya