Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 2 Agustus 2020

“…tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun
dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai
rasul-rasul Kristus.”
  1 Tesalonika 2:6

Siapa yang tak ingin menjadi terkenal, dikagumi dan disanjung oleh banyak orang?  Semua orang pasti menginginkan hal itu.  Dunia memang haus akan pujian, sanjungan, pujian dan penghargaan.  Bagi orang percaya, khususnya para pelayan Tuhan, kita patut berhati-hati!  Jangan sampai kita haus pujian dari manusia, sebab apabila kita mabuk pujian dan sanjungan, cepat atau lambat, kita pasti akan tergelincir.  Pujian dari manusia itu seperti minyak licin yang tumpah di jalan, siapa pun yang lewat pasti terpeleset.

     Marilah kita meneladani Kristus!  Selama melayani umat manusia sangat jarang orang berterima kasih kepada-Nya, dan memang Ia sama sekali tidak haus sanjungan manusia.  Kristus menyadari bahwa Ia diutus Bapa  “…bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

     Bukankah fenomena semacam ini marak terjadi dan melanda para hamba Tuhan?  Ada hamba-hamba Tuhan tertentu yang memasang tarif bila diundang dalam suatu pelayanan.  Jika tarif tak sesuai, mereka enggan pergi melayani.  Namun selama melayani pekerjaan Tuhan, bisakah kita berkata seperti rasul Paulus?  “Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.”  (Kisah 20:33).

“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”  Yohanes 3:30

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya