Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 September 2020

Baca:  Amsal 3:27-35

Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: ‘Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,’ sedangkan yang diminta ada padamu.”  Amsal 3:28

Kita seringkali menunda-nunda waktu dan memiliki banyak sekali pertimbangan ketika hendak menolong atau memberi sesuatu kepada orang lain.  Kita menghitung untung rugi:  kalau aku menolong si A saat ini, apa yang kudapatkan balik dari si A?  Firman Tuhan mengingatkan bahwa waktu untuk menolong orang lain adalah sekarang, bukan menundanya sampai besok, lusa, minggu depan, atau waktu yang tidak pasti.

     Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.”  (Pengkhotbah 11:4).  Jika hari ini ada orang yang datang kepada kita untuk meminta pertolongan, tapi kita menyuruh dia untuk pergi dan memintanya untuk kembali lagi besok atau di hari lain untuk kita beri yang dia perlukan, padahal sesungguhnya kita punya sesuatu untuk diberikan hari ini, itu artinya kita tidak punya kerinduan untuk menolong orang tersebut:  Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita
kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu,
bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?”
  (1 Yohanes 3:17).  Ingatlah bahwa kita ini tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain.  Keberhasilan kita di bidang apa pun tak luput dari dukungan atau peran serta dari orang lain juga.  Tidak ada kata  ‘rugi’  mengulurkan tangan menolong, berbuat baik, dan bermurah hati kepada orang lain.  Ada tertulis: 
Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.”  (Amsal 11:17).  Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi orang lain seperti diri sendiri, bahkan kita juga diperintahkan untuk mengasihi musuh,  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat
baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat
demikian.”
  (Lukas 6:33).  Mengasihi orang lain itu harus dengan hati yang tulus, tanpa ada kepura-puraan dan jangan karena pamrih.

     Dalam kehidupan di dunia ini berlaku hukum tabur tuai!  Jika kita menabur sikap masa bodo terhadap orang lain di sekitar kita, jangan terkejut bila orang-orang di sekitar akan berlaku masa bodoh pula terhadap kita, mereka tidak akan mempedulikan kita. 

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”  Matius 7:12

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya