Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 31 Oktober 2020

Baca:  Yeremia 17:1-18

Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami
datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun,
di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.” 
Yeremia 17:6

Ayat nas di atas adalah gambaran tentang keadaan orang yang hidup tidak mengandalkan Tuhan, tapi berharap dan mengandalkan manusia.  Dari pembacaan ayat yang kita baca Tuhan mengutus nabi Yeremia untuk menyampaikan firman-Nya kepada bangsa Yehuda, yang hatinya mulai menjauh dari Tuhan.  Nabi Yeremia diperintahkan Tuhan untuk mengingatkan mereka bahwa berhala-berhala itu tidak akan pernah bisa menolong.  Karena itu mereka harus kembali ke jalan Tuhan, kembali menyandarkan hidup hanya kepada Tuhan.  Dinyatakan bahwa orang yang mengandalkan manusia adalah orang yang terkutuk!  “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”  (Yeremia 17:5).

     Boleh saja minta pertolongan bantuan atau bantuan dari orang lain, tapi bukan berarti kita boleh mengandalkan manusia atau berharap penuh kepada manusia, sebab bagaimana pun manusia tak lebih dari alat yang dipakai Tuhan.  Kadangkala Tuhan memakai seseorang atau menggerakkan hati seseorang untuk menolong, karena itu kita harus belajar menghormati, menghargai dan tidak lupa berterima kasih kepada orang yang menolong kita itu.  Tetapi kita harus memahami benar bahwa pertolongan dan mujizat bagi kita bukan datang dari manusia, tapi Tuhan yang bekerja di dalamnya.  Mengapa Tuhan memperingatkan kita untuk tidak mengandalkan manusia?  Karena kekuatan dan kemampuan manusia sangat terbatas, dan hati manusia cenderung mudah sekali berubah.

     Tak ingin merasakan kekecewaan?  Berhentilah berharap dan mengandalkan manusia!  Karena ketika kita mulai mengandalkan manusia, kita akan sepenuhnya di bawah kendali manusia.  Ingat, sumber pertolongan dan sumber keberhasilan kita adalah Tuhan, bukan manusia!  Tidak ada pilihan lain selain kita harus hidup mengandalkan Tuhan!  Alkitab menyatakan bahwa orang yang hidup mengandalkan Tuhan adalah orang yang diberkati, ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang tidak kuatir akan tahun kering dan takkan berhenti berbuah  (Yeremia 17:7-8).

Sumber pertolongan dan pengharapan hidup kita adalah Tuhan, bukan manusia!

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya