Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 28 Januari 2021

Baca:  Ulangan 32:1-43

Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di
atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan
mendukungnya di atas kepaknya,”
  Ulangan 32:11

Burung rajawali adalah jenis burung yang sangat istimewa, juga dikenal sebagai salah satu burung predator terbesar.  Rajawali seringkali dijadikan simbol kekuatan dan keberanian.

     Beberapa keunikan burung ini:  ukuran tubuhnya berkisar antara 75-90 cm dan bentangan sayapnya bisa mencapai 157-200 cm, memiliki sarang yang jauh lebih besr bila dibandingkan dengan sarang burung lainnya.  Burung rajawali ini biasa membuat sarangnya di tempat-tempat tinggi yang berbatu-batu, dimana tidak ada orang yang bisa menjangkaunya.  Seperti halnya bayi manusia yang baru lahir, anak rajawali yang baru menetas juga tidak dapat melakukan apa-apa selain makan dan tidur.  Induk rajawali dengan setia membawa makananan untuk anak-anaknya hingga anak-anaknya merasa kenyang.  Setelah kenyang tidak ada yang dapat dilakukan oleh anak-anak rajawali itu selain tidur di dalam sarang dengan nyaman.  Tetapi tidak selamanya induk rajawali membiarkan anak-anaknya berada di zona nyaman.  Akan tiba waktunya induk rajawali akan membongkar sarangnya dan mendorong anak-anaknya dari tebing tinggi, agar mereka mau mengepak-ngepakkan sayapnya dan belajar terbang.  Begitu melihat anaknya jatuh induk rajawali akan terbang bersama anaknya dan menopangnya, lalu melepaskannya lagi.  Demikian proses yang berlangsung sampai anak rajawali mandiri dan mampu terbang sendiri.  Banyak di antara orang Kristen yang suka menjadi bayi, berlaku manja dan tak mau keluar dari zona nyaman.  Maunya hanya makanan halus dan lunak, tak mau menerima makanan yang keras.  Ditegur keras sedikit saja langsung berontak!  Ada tertulis:  “…makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai
pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang
jahat.”
  (Ibrani 5:14).  Begitu diperhadapkan masalah mereka langsung marah dan memberontak kepada Tuhan, padahal masalah adalah cara Tuhan melatih iman dan mendewasakan.

     Tak perlu takut menghadapi masalah sebab tangan Tuhan selalu siap menopang.

Tuhan menghendaki kita menjadi anak-anak-Nya yang kuat seperti burung rajawali!

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya