Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 5 April 2020

Baca:  2 Samuel 12:1-25

“Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa
tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.”
  2 Samuel 12:22



Bersukacita ketika Tuhan mengabulkan permohonan doa kita adalah hal wajar.  Namun bagaimana bila Tuhan menjawab TIDAK terhadap permohonan doa kita?  Bagaimana reaksi kita ketika mengetahui bahwa ternyata Tuhan tidak menjawab doa-doa kita?  Daud, sekalipun sudah diberitahu tentang konsekuensi yang harus ditanggung karena pelanggarannya, yaitu anaknya akan mati, masih terus memohon kepada Tuhan dan berpuasa.  Sebagai anak-anak-Nya kita berhak meminta segala sesuatu kepada Bapa di sorga, seperti tertulis:  Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”  (Matius 7:7).

     Ada tiga jawaban Tuhan untuk setiap permohonan doa kita:  1.  Ya, 2.  Tunggu, 3.  Tidak.  Kita harus berdoa kepada Tuhan dengan tidak jemu-jemu tanpa mengenal lelah, sampai kita mendapatkan jawaban dari Tuhan  (ya, tidak, atau tunggu).  Doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dapat menggerakkan hati Tuhan untuk mengubah keputusannya.  Contohnya:  Hizkia mengalami sakit parah dan hampir mati, lalu ia berdoa memohon kesembuhan kepada Tuhan  (Yesaya 38:2-3), dan Tuhan menjawab,  Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,”  (Yesaya 38:5).  Berbeda dengan kasus yang dialami Daud, sekalipun ia terus berdoa disertai puasa, memohon belas kasihan Tuhan untuk anaknya agar tetap hidup, tetapi jawaban dari Tuhan adalah tidak;  dan pada hari yang ketujuh anaknya mati  (2 Samuel 12:18).  Daud pun bangkit dari pergumulannya karena ia sudah menerima jawaban dari Tuhan, sekalipun jawaban itu tidak seperti yang diharapkan.

     Apa pun jawaban yang Tuhan berikan, kita harus belajar bisa menerima tanpa rasa kecewa, karena Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.  Banyak orang Kristen, yang ketika doa-doanya dijawab TIDAK oleh Tuhan, langsung marah.  Menjadi anak Tuhan tidaklah berarti semua yang kita minta pasti dituruti oleh Tuhan, karena apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut pandangan Tuhan.

Tuhan menjawab TIDAK bukan berarti Tuhan tidak mengasihi kita, tetaplah setia kepada Tuhan, karena Ia tahu yang terbaik untuk kita! 

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Renungan Lainnya