Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Agustus 2020

“Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru;”  Mazmur 56:10

Mazmur 56 ini dilatarbelakangi peristiwa Daud mengalami ketakutan yang luar biasa karena orang-orang Filistin menangkap dia di Gat.  Satu-satunya cara untuk dapat melepaskan diri dari raja Filistin adalah dengan berpura-pura menjadi gila.  “Daud memperhatikan perkataan itu, dan dia menjadi takut sekali kepada Akhis, raja kota Gat itu. Sebab itu ia berlaku seperti orang yang sakit ingatan di depan mata
mereka dan berbuat pura-pura gila di dekat mereka; ia menggores-gores
pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya.”
  (1 Samuel 21:12-13).  Pengertian dari kata takut pada ayat di atas adalah tekanan emosi yang timbul karena adanya ancaman, kesakitan, atau bahaya yang mengancam.  Begitu melihat Daud berlaku seperti orang yang tidak waras,  “…berkatalah Akhis kepada para pegawainya: ‘Tidakkah kamu lihat, bahwa orang itu gila? Mengapa kamu membawa dia kepadaku? Kekurangan orang gilakah aku, maka kamu bawa orang ini kepadaku supaya
ia menunjukkan gilanya dekat aku? Patutkah orang yang demikian masuk ke
rumahku?'”
  (1 Samuel 21:14-15).

     Sesungguhnya Daud benar-benar sudah hopeless dengan apa yang dialami, ia berpikir saat itu ia pasti dihabisi oleh musuh.  Nasibnya benar-benar di ujung tanduk!  Namun apa yang ditakutkan tak menjadi kenyataan:  ia luput dan terbebaskan setelah berpura-pura jadi gila.  Kalau bukan karena campur tangan Tuhan hidup Daud sudah berakhir.  Karena itu Daud membuat miktam, yaitu nyanyian yang dinyanyikan secara berulang-ulang untuk menguatkan hati.  Semua orang pasti pernah mengalami ketakutan saat diperhadapkan dengan masalah yang berat, tak terkecuali Daud.  Iblis seringkali menggunakan ketakutan sebagai senjata untuk melemahkan dan menjatuhkan iman orang percaya.  Iblis tahu benar bila manusia sudah dihantui dan dikuasai oleh rasa takut, maka imannya kepada Tuhan lambat laun akan melemah.

     Jangan mau dibelenggu oleh ketakutan dan jangan mau diprovokasi Iblis dengan kata-katanya yang mengintimidasi!  “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.”  (Ayub 3:25).

Kita harus ingat bahwa Tuhan tidak memberi kita roh ketakutan,  “…melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”  2 Timotius 1:7

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya