Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 29 Mei 2020

Baca:  1 Raja-Raja 9:1-9


“…jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan takhta kerajaanmu atas Israel untuk selama-lamanya seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud,”  1 Raja-Raja 9:4b-5


Di awal perjalanan hidupnya Salomo memiliki hati yang takut akan Tuhan, karena itu Tuhan memberkati hidupnya secara jasmani dan rohani.  Namun sayang, Salomo tak mampu menjaga kualitas rohaninya secara konsisten.  Sekalipun orang punya karisma yang luar biasa, tapi jika tidak disertai dengan karakter yang baik, Tuhan pasti tidak berkenan, padahal karakter merupakan kualitas hidup yang sesungguhnya dari seseorang sebagai hasil dari berproses, membayar harga, dan kerelaannya untuk dibentuk dan dipimpin Roh Kudus.  Karakter bisa berbicara tentang buah Roh, dan kelemahan Salomo dalam hal karakter inilah yang akhirnya mengantarkan dia kepada kehancuran!


     Awalnya Salomo meminta hikmat kepada Tuhan dengan tujuan agar mampu memimpin bangsanya secara adil dan bijaksana, tapi lambat laun ia mulai menyalahgunakan hikmat tersebut untuk kepentingan diri sendiri dan memperkaya kerajaannya, sebab setiap orang yang datang kepadanya selalu membawa upeti:  Mereka datang masing-masing membawa persembahannya, yakni barang-barang
perak dan barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda dan
bagal, dan begitulah tahun demi tahun.”
  (1 Raja-Raja 10:25).  Berstatus sebagai raja dengan kekayaan melimpah semakin memudahkan Salomo untuk memuaskan keinginan dagingnya, sampai-sampai ia mempunyai 700 isteri dan 300 gundik, yang kesemuanya dalah perempuan asing.  Firman Tuhan sudah memperingatkan, 
“Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul
dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada
allah-allah mereka.”
  (1 Raja-Raja 11:2).



     Akhirnya hati Salomo pun dicondongkan kepada ilah-ilah lain dan tidak lagi sepenuh hati berpaut kepada Tuhan  (1 Raja-Raja 11:4).  Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” (Amsal 13:13).  Salomo lupa bahwa janji Tuhan adalah janji bersyarat  (1 Raja-Raja 9:4-9);  jika ia tidak lagi hidup taat kepada Tuhan, kehancuran hidup yang akan dialaminya.


Tak lagi taat kepada firman Tuhan, karir dan hidup Salomo menjadi hancur!

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya