Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 11 Oktober 2020

Baca:  2 Korintus 2:12-17

“…kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”  2 Korintus 2:15

Sebagai orang percaya kehidupan kita selayaknya menjadi persembahan yang harum di hadapan Tuhan, dan juga membawa keharuman kapan pun dan di mana pun berada.  Mengapa?  Karena kita bukan lagi hamba dosa:  hidup kita sudah ditebus dan disucikan melalui darah Kristus di kayu salib:  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia
yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana,
bukan pula dengan perak atau emas,
melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”  (1 Petrus 1:18-19).

     Menjadi persembahan yang harum ini seperti minyak narwastu yang dibawa seorang perempuan, yang wadahnya dipecah dan minyaknya dicurahkan ke atas kepala Yesus  (Markus 14:3).  Minyak narwastu tersebut dipakai perempuan itu untuk meminyaki Tuhan.  Ini berbicara tentang kehidupan yang mempermuliakan Tuhan, meninggikan, mengagungkan, dan menghormati Tuhan!  Pada zaman itu minyak narwastu adalah minyak istimewa dan berharga sangat mahal, yaitu 300 dinar  (Yohanes 12:5).  Coba bandingkan dengan upah seorang pekerja waktu itu:  satu hari satu dinar.  Jadi bisa dibayangkan betapa mahal dan berharganya minyak narwastu itu.  Inilah tujuan Kristus rela mati mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib, bukan hanya menyelamatkan kita, tapi supaya kita yang sudah diselamatkan-Nya juga mempermuliakan nama-Nya.  Mempermuliakan Tuhan berarti hidup menyenangkan hati Tuhan, menjadi persembahan harum di hadapan-Nya.

     Kita harus bisa membawa keharuman bagi dunia ini, menjadi kesaksian di mana pun dan kapan pun.  Banyak orang Kristen yang hidupnya belum bisa mempermuliakan nama Tuhan dan belum bisa membawa keharuman, oleh karena minyak itu, ibaratnya, masih tersimpan di dalam buli-buli, belum dipecahkan dan dicurahkan.  Belum dipecahkan berbicara tentang kehidupan yang tak mau membayar harga, tak mau dibentuk, tak mau diremukkan kedagingannya atau tak mau menanggalkan manusia lamanya.

Sudahkah kehidupan kita membawa keharuman ataukah malah sebaliknya?

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya