Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 April 2020

Baca:  Amsal 17:1-28


Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”  Amsal 17:22


Dalam versi The Amplified Bible, ayat nas di atas berbunyi:  “Hati yang gembira adalah obat yang manjur dan pikiran yang ceria memberikan kesembuhan.”  Hati yang gembira dan pikiran yang ceria  (positif)  ternyata bisa menjadi obat yang manjur, artinya dapat menyembuhkan sakit-penyakit.  Karena itulah rasul Paulus menasihati jemaat di Filipi,  Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”  (Filipi 4:4).  Mengapa kita harus bersukacita senantiasa?  Karena dengan bersukacita keadaan hati tetap terjaga dengan baik sehingga pikiran dan perkataan pun turut terjaga dengan baik ,  “…Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”  (Matius 12:34b).


     Bersukacitalah atau bergembiralah senantiasa berarti di segala situasi!  Umumnya kegembiraan seseorang tergantung pada situasi:  ketika semua hutang terbayar lunas, ketika anak-anak berhasil lulus ujian dengan nilai bagus, saat menerima hadiah dari suami/isteri tercinta, dan sebagainya.  Bergembira karena mengalami hal-hal yang menyenangkan adalah wajar.  Tapi bagaimana jika berada di situasi yang sebaliknya:  terbaring lemah karena sakit, anak-anak susah diatur, ekonomi keluarga sedang morat-marit, dapatkah hati bergembira?  Salah satu cara yang dilakukan orang untuk menjaga hatinya agar tetap bergembira adalah mendengarkan musik atau bersenandung.  Karena itu angkatlah suaramu dan pujilah Tuhan!  Memuji-muji Tuhan adalah cara terbaik menjaga hati agar tetap bergembira.  Inilah yang dilakukan Daud:  Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  (Mazmur 34:2), bahkan  Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau,”  (Mazmur 119:164).


     Menjaga hati untuk tetap bergembira adalah sebuah pilihan!  Manakah yang Saudara pilih:  terus mengeluh, bersungut-sungut dengan muka yang kusut masam saat menghadapi masalah, ataukah menghadapi masalah dengan hati yang tetap terjaga dengan baik dan muka yang gembira?  Mari belajar untuk tetap bergembira di segala situasi, supaya orang-orang yang ada di sekeliling kita terkena dampak positifnya.


Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.”  Amsal 15:13

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Renungan Lainnya