Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 16 Juli 2020

“Jagalah dirimu, janganlah berpaling kepada kejahatan, karena itulah sebabnya engkau dicobai oleh sengsara.”  Ayub 36:21

Tak seorang pun mau menjalani hidup dengan memikul beban yang berat, artinya semua orang ingin terbebas dari beban, apa pun bentuknya.  Mana lebih enak:  berjalan membawa tas di punggung yang isinya sesuatu yang berat, atau berjalan santai tanpa membawa barang apa pun?  Pastinya lebih enak berjalan tanpa membawa apa-apa.  Tapi tak bisa dipungkiri bahwa hari-hari yang sedang kita hadapi saat ini begitu berat, semakin hari tantangan hidup semakin besar, beban hidup yang harus kita tanggung pun ssemakin berat.  Banyak orang menjadi putus asa dan frustasi karena tak sanggup menanggung beban yang begitu menekan dan memberati, langkah pun serasa terseok-seok.

     Bagaimana supaya kita dapat bertahan dan mampu melewati hari-hari yang penuh beban ini?  Mari belajar memiliki penyerahan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.  Bukankah Tuhan telah berfirman,  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

     Milikilah respons hati yang benar dalam menyikapi setiap beban yang ada.  ‘Beban’  atau pergumulan hidup seharusnya semakin mendorong kita untuk semakin mendekat kepada Tuhan, hidup mengandalkan Tuhan dan tak lagi mengandalkan kekuatan sendiri, semakin meningkatkan jam-jam doa kita, semakin bertekun dalam merenungkan firman Tuhan, karena kalau tidak ada beban atau masalah, kita tak sungguh-sungguh dalam mencari Tuhan, kita tak pernah memberikan waktu yang banyak untuk Tuhan.

“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.”  Ayub 23:10

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya