Disadur dari Khotbah : Ps. Yusak Yedutun – Gembala GMK

Lebih dari 400 tahun, bangsa Israel disiksa, ditindas dan dipekerjakan menjadi budak di bawah suruhan Firaun.  Mereka tidak dapat melawan.  Mereka hanya bisa berseru minta tolong kepada Allah.  Oleh sebab itulah, Allah menolong mereka dengan memberikan sepuluh tulah yang membuat Firaun akhirnya membebaskan bangsa Israel dari perbudakan.

Tidak sampai di situ, Allah kembali menunjukkan kuasa-Nya dengan membelah air Laut Teberau untuk menyelamatkan bangsa Israel dari kejaran bangsa Mesir.  Bangsa Israel dapat menyeberangi Laut Teberau dengan berjalan di tanah yang kering, sedangkan Firaun beserta pasukan kereta kudanya binasa ditenggalamkan di dalamnya Laut Teberau.

Dalam perjalanan bangsa Israel di padang gurunpun, Allah tidak berhenti menunjukkan kebesaran dan kehebatan-Nya.  Di saat mereka berteriak, “Tuhan, saya lapar!” Tuhan memberi mereka roti dari surga.  Sebentar lagi, mereka berteriak, “Tuhan, bosan makan roti, mau daging!” Tuhan kirimkan burung-burung puyuh untuk mereka makan.  Mereka berteriak lagi, “Tuhan, kami haus! Airnya sudah habis!”.

Kehausan membuat mereka marah-marah kepada Tuhan dan Musa. Musa datang kepada Tuhan, “Apa yang harus aku lakukan?” Lalu Tuhan memerintahkan Musa untuk turun dan berkata kepada batu karang untuk mengeluarkan air. Tetapi Musa begitu kesal dan marah kepada bangsa Israel, bangsa yang begitu tegar tengkuk. Karena emosi, ketika berhadapan dengan batu karang, Musa tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan, dia pukul 2 kali batu karang itu dan mengeluarkan air untuk diminum.

Perjalanan orang Israel ini menggambarkan perjalanan rohani kita. Kita semua dulu begitu kuat dibelenggu dan diperbudak oleh dunia ini, kita ada dalam genggaman dunia. Dosa kita begitu banyak dan besar, tetapi Allah Bapa mengirim Tuhan Yesus untuk mengambil kita dan menebusnya sehingga kita boleh keluar dari dunia ini. Gereja dalam bahasa aslinya adalah eklesia yang berarti ditarik keluar, dipanggil dan dipilih. Kita bersukacita karena kita telah dipanggil dan dipilih. Tetapi tidak cukup hanya sekedar dipanggil dan dipilih, karena banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih, dan lebih sedikit lagi yang setia. Wahyu 17:14 berkata bahwa dia yang kududukkan sudah menang tetapi dia yang dipanggil yang dipilih dan yang setia yang menang. Kita harus setia. Jangan seperti Musa yang hanya diperlihatkan tetapi tidak masuk tanah perjanjian. Kita rindu bertemu dengan Tuhan Yesus. Dan untuk masuk tanah perjanjian rohani, yaitu Kerajaan Sorga, kita harus setia ikut Tuhan.

Kehausan membuat mereka marah-marah kepada Tuhan dan Musa. Musa datang kepada Tuhan, “Apa yang harus aku lakukan?” Lalu Tuhan memerintahkan Musa untuk turun dan berkata kepada batu karang untuk mengeluarkan air. Tetapi Musa begitu kesal dan marah kepada bangsa Israel, bangsa yang begitu tegar tengkuk. Karena emosi, ketika berhadapan dengan batu karang, Musa tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan, dia pukul 2 kali batu karang itu dan mengeluarkan air untuk diminum.

Perjalanan orang Israel ini menggambarkan perjalanan rohani orang percaya. Kita semua dulu begitu kuat dibelenggu dan diperbudak oleh dunia ini, kita ada dalam genggaman dunia. Dosa kita begitu banyak dan besar, tetapi Allah Bapa mengirim Tuhan Yesus untuk mengambil kita dan menebusnya sehingga kita boleh keluar dari dunia ini. Gereja dalam bahasa aslinya adalah eklesia yang berarti ditarik keluar, dipanggil dan dipilih. Kita bersukacita karena kita telah dipanggil dan dipilih. Tetapi tidak cukup hanya sekedar dipanggil dan dipilih, karena banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih, dan lebih sedikit lagi yang setia. Wahyu 17:14 berkata bahwa dia yang kududukkan sudah menang tetapi dia yang dipanggil yang dipilih dan yang setia yang menang. Kita harus setia. Jangan seperti Musa yang hanya diperlihatkan tetapi tidak masuk tanah perjanjian. Kita rindu bertemu dengan Tuhan Yesus. Dan untuk masuk tanah perjanjian rohani, yaitu Kerajaan Sorga, kita harus setia ikut Tuhan.

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya