Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 27 April 2020

Baca:  Ayub 23:1-17


Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.”  Ayub 23:10


Tuhan juga punya cara lain untuk menguji kualitas iman seseorang yaitu melalui masalah atau penderitaan.  Masalah atau penderitaan yang dimaksud bisa berupa krisis keuangan  (ekonomi), sakit-penyakit, dan masih banyak lagi.  Ada dua kemungkinan reaksi orang ketika berada dalam masalah atau penderitaan tersebut.  1.  Semakin mendekat kepada Tuhan dan mencari wajah-Nya, seperti pemazmur:  Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.”  (Mazmur 119:67), dan  Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.”  (Mazmur 119:71).  2.  Menjauh dan meninggalkan Tuhan, karena kecewa kepada-Nya.


     Ayub, sekalipun adalah orang yang saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi segala kejahatan  (Ayub 1:1), ia pun tak luput dari ujian.  Tuhan mengijinkan Ayub melewati masa-masa yang sangat menyesakkan yang bisa dikatakan sebagai suatu tragedi atau musibah, di mana dalam waktu sekejap hal-hal buruk terjadi secara beruntun:  anak-anaknya mati, rumahnya terbakar, harta benda ludes, tubuhnya terkena sakit dan isterinya pun meninggalkan dia.  Lengkap sudah penderitaan yang Ayub harus alami!  Namun dalam keterpurukannya ini  “…Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.”  (Ayub 1:22).  Saat segala sesuatunya tampak buruk seringkali kita memiliki respons yang negatif:  menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain dan bahkan berani menyalahkan Tuhan.  Kita tak berhenti mengeluh, mengomel dan bersungut-sungut kepada Tuhan;  berdoa menjadi malas, ibadah menjadi malas, pelayanan ogah-ogahan, lalu kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah dan meninggalkan Tuhan…. Jangan sekali-kali undur dari Tuhan hanya karena masalah!


     Karena memberitakan Injjl rasul Paulus harus mengalami penderitaan, tapi hal itu tak menyurutkan langkah dan semangatnya untuk tetap melayani Tuhan.  Ia tidak kecewa, apalagi sampai lari dari panggilan Tuhan!  Terkadang Tuhan ijinkan kita harus melewati masalah dan penderitaan agar kita belajar bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, sebab  “…justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”  (2 Korintus 12:9b).


Di balik penderitaan ada berkat besar Tuhan sediakan bagi yang mampu bertahan!

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya