Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 November 2020

Baca:  Lukas 17:11-19

“Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?”  Lukas 17:7

Tidak sedikit orang Kristen lalai untuk bersyukur kepada Tuhan sekalipun sudah ditolong Tuhan:  disembuhkan dari sakit, dipulihkan dari masalah keluarga, dilepaskan dari krisis ekonomi, diberkati usaha dan pekerjaannya, dan masih banyak lagi.  Bahkan seberat apa pun hari yang kita jalani, ingatlah bahwa selalu ada hal untuk disyukuri.  Ketika kita masih diberikan nafas untuk hidup, bersyukurlah!  Ada banyak hal yang seharusnya dapat kita syukuri!

     Dikisahkan ada sepuluh orang yang sama-sama merasakan beratnya beban yang harus ditanggung karena penyakit kusta yang dideritanya:  dijauhi orang, dikucilkan, dikatakan sebagai terkutuk, dicibir, dan semua orang memalingkan muka.  Hari-hari yang mereka lalui serasa suram dan menyedihkan.  Tetapi harapan bangkit, setitik sinar terang timbul di dalam hati, ketika mereka mendengar ada seorang Guru yang sanggup menyembuhkan berbagai penyakit, juga membebaskan orang dari belenggu kuasa si jahat  (kerasukan setan).  Dengan sedikit ragu dan berdiri agak jauh mereka berteriak memohon belas kasihan,  “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”  (Lukas 17:13).  Tanpa menumpangi tangan atau memberikan obat Ia hanya berkata,  “‘Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.’ Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.”  (Lukas 17:14).  Apa selanjutnya?  Dari sepuluh orang penderita kusta yang disembuhkan hanya satu orang saja yang kembali kepada Tuhan Yesus, tersungkur di bawah kaki-Nya mengucap syukur dan memuliakan nama-Nya, padahal dia adalah orang asing yaitu orang Samaria.  Sementara yang sembilan lainnya, orang-orang Israel yang sudah mengenal Tuhan, percaya dan melayani Dia, justru pergi begitu saja meninggalkan Dia.

     Bukankah kita sering berlaku seperti sembilan orang kusta yang lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan, tak tahu berterima kasih kepada Tuhan?  Apa yang ditunjukkan oleh orang Samaria ini menjadi tamparan keras buat kita orang percaya!  Walaupun ia tak mengenal Tuhan dengan benar, perbuatannya jauh lebih baik dari orang yang sudah percaya kepada Tuhan.

Bersyukurlah kepada Tuhan dan jangan pernah lupakan kebaikan-Nya!

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya