Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 22 Juli 2020

“Tetapi dalam kesesakan mereka berbalik kepada TUHAN, Allah orang Israel.
Mereka mencari-Nya, dan Ia berkenan ditemui oleh mereka.”
  2 Tawarikh 15:4

Tak perlu terkejut lagi bila manusia sering lupa diri saat terberkati atau dalam keadaan baik, tetapi begitu sedang dalam masalah, kesulitan, kesesakan atau mengalami jalan buntu, barulah ia ingat kepada Sang Pencipta dan berseru-seru memanggil nama-Nya.

     Suatu ketika bangsa Israel sedang dalam masalah yang besar karena kekacauan terjadi di mana-mana:  “Bangsa menghancurkan bangsa, kota menghancurkan kota,”  (2 Tawarikh 15:6).  Mengapa bisa terjadi?  Itu semua karena kesalahan manusia sendiri yang telah meninggalkan Tuhan, hidup dalam pemberontakan, menyembah kepada dewa-dewa dan patung, maka Tuhan  “…mengacaukan mereka dengan berbagai-bagai kesesakan.”  (2 Tawarikh 15:6).  Untunglah keadaan itu tidak sampai berlarut-larut.  Raja Asa segera menyadari akan kesalahan bangsanya setelah mendapatkan teguran keras dari nabi Tuhan, yaitu Azarya bin Oded.  Ia pun membuat keputusan yang benar, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan ini.  Raja Asa dan rakyatnya  “…dalam kesesakan mereka berbalik kepada TUHAN…Mereka mencari-Nya…”  (ayat nas).  Tidak hanya itu, raja Asa memberikan perintah kepada rakyatnya untuk segera  “…menyingkirkan dewa-dewa kejijikan dari seluruh tanah Yehuda dan Benyamin
dan dari kota-kota yang direbutnya di pegunungan Efraim. Ia membaharui
mezbah TUHAN yang ada di depan balai Bait Suci TUHAN. Mereka mengadakan perjanjian untuk mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dengan segenap hati dan jiwa.”
  (2 Tawarikh 15:8, 12).  Melihat kesungguhan mereka untuk berbalik kepada kebenaran-Nya, hati Tuhan pun tergerak untuk menolong dan memulihkan keadaan bangsa Israel.  Kalau kita memiliki kemauan keras untuk mencapai sesuatu, kita akan mendapatkannya, bahkan segala tantangan dan hambatan akan mampu kita lewati.

     Jika saat ini kita sedang dalam masalah atau pergumulan hidup yang berat, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengoreksi diri.  Bila ada hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan, segera bereskan di hadapan Tuhan dan carilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, kita pasti akan dipulihkan-Nya.

…dan karena kesungguhannya dalam mencari Tuhan, maka  “Tidak ada perang sampai pada tahun ketiga puluh lima pemerintahan Asa.”  2 Tawarikh 15:19

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya