(Dikutip dari kesaksian Ibu Mapi, Jemaat GMK Palangka Raya)

Kalau di tanya seberapa berat beban hidup yang saya alami?
Saya pasti jawab sangat-sangat berat! Semua hal pernah saya alami.
Susah senang, 3 hari tidak makan, hanya makan mie kadaluarsa, bahkan kehilangan orang-orang yang saya cintai.

Saya kehilangan orang yang saya kasihi, yaitu Anak Kandung saya sendiri ( waktu itu usia 8 tahun 9 bln). Tiga bulan setelah kepergian Anak saya, Saya kehilangan kakek dari ayah. Lima tahun kemudian kakak kandung saya, sekitar seminggu yang lalu, harus pergi untuk selamnya dalam sakit yang belum begitu lama.

Begitu berat duka yang harus saya tanggung..

Namun saya berusaha menjalani proses demi proses Tuhan, walau pada kenyataannya tidak mudah…

Banyak orang bertanya mengapa kamu kuat sampai hari ini? Kalau kekuatan manusia saya, jujur saya tidak mampu. Saya terluka, saya kecewa saya Marah..

Namun saya tidak pernah menyerah dengan kehidupan ini. Satu hal yang paling membuat saya kuat adalah Kasih dan Anugrah Tuhan.
Ia mengajarku, Ia membentuk diri ku menjadi orang yang kuat dan Tangguh.

Ketika saya merawat Anak Sulung saya di RS Ulin Banjarmasin tahun 2014 sebelum Ia berpulang, waktu itu saya merasa sangat down, namun IA meneguhkan ku dalam suara yang berkata dalam hati “Lihat, apapun keadaanmu Aku tidak pernah meninggalkan mu”. Perkataan itu sampai hari ini saya pegang ketika saya merasa tak berdaya. Melihat keadaan di depan mata, Ia kembali meneguhkan saya dengan Firmannya di Kejadian 2:7 : Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Saya menyadari bahwa setiap kita hanyalah debu tanah dan Tuhanlah yang menjadikan segala sesuatu, semua akan kembali padaNYA, kapanpun dan bagaimanapun saatnya.

Firman ini saya dapat ketika saya kehilangan anak sulung saya, dalam duka yang mendalam ketika itu. Tetapi dengan Firman ini saya dikuatkan. Datang lah kepada Tuhan, maka dia Akan meringankan beban hidup saudara. Apapun itu persoalannya, Tuhan sanggup mengubah keadaan, situasi Anda.

Banyak hal terjadi dalam hidup saya, namun tidak cukup kata untuk saya bagikan.

Mengapa saya menulis ini? Saya sangat miris, sedih hati, melihat dan mendengar ada seseorang yang bunuh diri dan memilih jalan yang salah dalam hidupnya.

Jangan andalkan kekuatan anda sendiri, sebab akal pikiran manusia itu terbatas. Saat kita tidak mampu, tidak berdaya, datanglah kepada Tuhan dan andalkan Tuhan dalam hidup Anda.

Percayalah Tuhan Yesus Kristus itu penuh dengan Kasih, Ia tidak memandang rupa latar belakang Anda. Datanglah kepadaNYA. Amin

(Ibu Mapi kehilangan putra sulungnya akibat sakit lima tahun yang lalu dan beberapa minggu ini Agustus 2019, baru saja kehilangan kakak kandungnya juga karena sakit)

www.gerejamuridkristus.com

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya