Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 September 2020

Baca:  Matius 10:16-33

“…orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”  Matius 10:22

Sudahkah kita menjadi anak-anak Tuhan yang setia?  Setia ketika segala sesuatu berjalan dengan lancar, itu hal yang mudah!  Masihkah kita setia ketika sedang berada dalam situasi sulit, tekanan, masalah, atau penderitaan?  Kita seringkali berubah sikap dan tak lagi setia, ketika sedang berada dalam masalah.  Seorang Kristus sejati pasti akan setia di segala keadaan!  Sebab Tuhan kita adalah Tuhan yang setia!  jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”  (2 Timotius 2:13).

     Kita harus setia dalam hal apa?  Dalam hal beribadah kepada Tuhan!  Ibadah adalah hal sangat penting!  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala
hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup
yang akan datang.”
(1 Timotius 4:8).  Komitmen untuk setia beribadah di tunjukkan oleh Yosua dan keluarganya!  “…
aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”  (Yosua 24:15b);  kita harus setia berdoa;  kita harus setia dalam membaca, meneliti dan mereungkan firman Tuhan;  kita harus setia melelayani pekerjaan Tuhan sesuai talenta dan karunia yang Tuhan beri.  Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”  (Roma 12:11).

      Rasul Paulus begitu setia melayani Tuhan dan selalu ingin memberikan yang terbaik bagi Tuhan:  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”  (Filipi 1:21), dan  “…aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai
garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus
kepadaku…”
  (Kisah 20:24).  Satu lagi tentang merpati:  burung ini tak punya kantong empedu.  Itulah sebabnya merpati tak punya sifat dendam atau sakit hati.  Jangan ada seorang pun yang menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan agar jangan tumbuh akar yang pahit  (Ibrani 12:15): 
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah
dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.”
  (Efesus 4:31).  Kalau kita masih menyimpan akar pahit, kemarahan, dendam, sakit hati dan hal-hal jahat lainnya, mungkinkah kita bisa menjadi berkat bagi orang lain?

Tuhan mau kita setia dan tak menyimpan hal-hal jahat, seperti burung merpati!

Jangan lupa follow akun media sosial @gerejamuridkristus di Instagram dan Facebook untuk informasi dan update lainnya dari Gereja Murid Kristus

Sumber Artikel

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya