Ps. Yehezkiel Robinso

Balok di mata adalah kata perumpamaan yang dipilih Yesus untuk menujukan bahwa ukuran pandangan yang kita pakai adalah “rasa benar” kita,sehingga kita membuat penilaian terhadap orang lain. Buah dari penilaian ini adalah Tuntutan terhadap orang lain agar menuruti pendapat dan pandangan benar kita itu. Itu pasti menimbulkan penghakiman dan intimidasi yang hebat. Tuhan sangat tegas dalam hal ini. Saulus sebelum dia jadi Paulus berbuat seperti ini,dia menjadi saksi atas kematian Stefanus karena ia merasa kebenaran menurut hukum taurat itulah yang paling benar,orang lain salah dan sesat,tetapi ketika matanya dibuka Tuhan barulah ia bisa melihat Yesus itu siapa.

Matius 7:2-4 (TB)  Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

Bagikan Halaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Renungan Lainnya